Berita  

Pekerja Bebas Menuntut Perlindungan serta Agunan Sosial

Ekonomi Gig dan Jeritan Pekerja Bebas: Menuntut Jaminan Masa Depan

Dunia kerja telah bertransformasi. Ekonomi gig, dengan pekerja bebas atau freelancer sebagai garda terdepannya, semakin merajalela. Fleksibilitas dan otonomi menjadi daya tarik utama. Namun, di balik kebebasan tersebut, tersimpan kerentanan besar yang kini memicu tuntutan serius: perlindungan dan agunan sosial yang setara.

Pekerja bebas sering kali tidak memiliki kepastian pendapatan, jaminan kesehatan, pensiun, atau perlindungan dari pemutusan hubungan kerja sepihak. Berbeda dengan karyawan tradisional, mereka berjuang sendiri menghadapi risiko pekerjaan dan kehidupan. Tanpa kontrak yang jelas, mereka rentan terhadap eksploitasi dan tidak memiliki jaring pengaman saat sakit, kecelakaan, atau memasuki usia senja.

Oleh karena itu, semakin nyaringlah suara para pekerja bebas menuntut perlindungan dan agunan sosial yang setara. Mereka mendambakan akses ke jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, bahkan tunjangan pengangguran, yang selama ini hanya dinikmati pekerja formal. Selain itu, pengakuan hukum atas status mereka dan kerangka kerja yang adil dalam kontrak kerja menjadi krusial.

Ini bukan sekadar tuntutan segelintir individu, melainkan refleksi dari pergeseran fundamental dalam lanskap ketenagakerjaan global. Mengabaikan kesejahteraan pekerja bebas berarti mengabaikan sebagian besar potensi ekonomi dan menciptakan jurang ketimpangan sosial yang lebih dalam. Pemerintah dan pembuat kebijakan dituntut untuk berinovasi, menciptakan regulasi yang adaptif, dan skema jaminan sosial yang inklusif.

Masa depan pekerjaan haruslah masa depan yang adil, di mana fleksibilitas tidak mengorbankan keamanan, dan setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki jaring pengaman sosial. Saatnya bagi pekerja bebas mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka: masa depan yang lebih aman dan terjamin.

Exit mobile version