Ketika Kebijakan Publik Hanya Berdasar Citra, Bukan Data

Buih di Atas Air: Ketika Kebijakan Hanya Berdasar Citra

Di era digital yang serba cepat, godaan untuk membuat kebijakan yang ‘terlihat bagus’ di mata publik seringkali lebih kuat daripada kebijakan yang ‘benar-benar efektif’. Fenomena ini terjadi ketika pembuat kebijakan lebih mengutamakan pencitraan dan popularitas jangka pendek, alih-alih analisis data dan kebutuhan faktual masyarakat.

Kebijakan yang lahir dari kebutuhan citra ibarat bangunan tanpa fondasi. Ia mungkin tampak megah dari luar, namun rapuh di dalamnya. Alih-alih menyelesaikan akar masalah, kebijakan semacam ini hanya menyentuh permukaan, bersifat tambal sulam, dan seringkali mubazir. Dampak jangka panjangnya jelas: sumber daya terbuang, masalah berlarut, dan yang paling parah, kepercayaan publik terhadap pemerintah terkikis. Masyarakat akan merasa janji-janji manis hanya untuk konsumsi politik, bukan solusi nyata.

Sebaliknya, kebijakan berbasis data adalah investasi nyata untuk masa depan. Ia memerlukan riset mendalam, analisis obyektif, dan keberanian untuk membuat keputusan yang mungkin tidak populer namun esensial bagi kemajuan bangsa. Dengan data, kebijakan menjadi terukur, tepat sasaran, dan mampu memberikan solusi berkelanjutan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pembangunan sejati tidak dibangun di atas ilusi citra, melainkan di atas fondasi fakta dan data yang kokoh. Sudah saatnya kita menuntut kebijakan yang bukan sekadar indah di panggung politik, tetapi efektif dalam realita kehidupan.

Exit mobile version