Berita  

Seni Menggambar Digital Masuk Kurikulum Sekolah Seni

Dari Kanvas ke Layar: Menggambar Digital, Inti Baru Kurikulum Seni

Seni selalu berevolusi, dan di era digital ini, pergeseran paradigma tengah terjadi di institusi pendidikan seni. Menggambar digital, yang dulunya dianggap sebagai alat pelengkap atau hobi, kini resmi masuk ke dalam kurikulum sekolah seni sebagai mata pelajaran inti. Ini bukan sekadar tren, melainkan sebuah keniscayaan yang membentuk seniman masa depan.

Integrasi ini adalah respons langsung terhadap tuntutan industri kreatif modern. Mulai dari animasi, desain game, ilustrasi komersial, hingga konsep seni film, semua sangat bergantung pada keahlian digital. Sekolah seni kini bertanggung jawab membekali mahasiswanya dengan keterampilan yang relevan, agar siap bersaing di pasar kerja global yang dinamis.

Manfaatnya pun tak terhitung. Mahasiswa dapat bereksperimen lebih bebas dengan alat seperti layer, undo, palet warna tak terbatas, dan berbagai brush kustom. Proses belajar menjadi lebih efisien, mendorong eksplorasi gaya, dan membuka pintu bagi estetika visual baru yang sulit dicapai dengan metode tradisional. Selain itu, menggambar digital melengkapi, bukan menggantikan, fondasi seni tradisional, memperkaya pemahaman siswa tentang komposisi, anatomi, dan teori warna dari perspektif baru.

Dengan memasukkan menggambar digital, sekolah seni tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin. Mereka membentuk seniman masa depan yang tidak hanya memahami warisan seni, tetapi juga mahir memanfaatkan teknologi sebagai medium ekspresi tak terbatas. Ini adalah langkah maju yang esensial menuju pendidikan seni yang relevan dan visioner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *