Berita  

Publik Pinggiran Kesulitan Air Bersih Semasa Masa Gersang

Jeritan Kemarau: Warga Pinggiran Berebut Setetes Harapan Air Bersih

Setiap tahun, saat musim kemarau tiba, pemandangan sumur yang mengering dan tanah retak-retak menjadi hal biasa di banyak pelosok negeri. Namun, di balik itu, tersimpan kisah perjuangan warga pinggiran yang kesulitan mendapatkan air bersih, sebuah krisis yang sering luput dari perhatian.

Bagi mereka, air bukan lagi kebutuhan dasar yang mudah diakses, melainkan barang langka yang harus diperjuangkan. Ibu-ibu dan anak-anak harus menempuh perjalanan jauh, berjam-jam, dengan wadah seadanya demi setetes air yang seringkali keruh dan tidak layak konsumsi. Akibatnya, penyakit diare, kulit, dan stunting menghantui, terutama anak-anak, mengancam masa depan mereka.

Infrastruktur yang minim, sumber mata air yang semakin menyusut akibat perubahan iklim, serta keterbatasan akses pada teknologi pengolahan air bersih membuat mereka semakin terpinggirkan. Kondisi ini bukan sekadar masalah musiman, melainkan krisis kemanusiaan yang membutuhkan perhatian serius.

Sudah saatnya kita melihat ke pelosok, agar jeritan kemarau yang meminta setetes air bersih bisa terjawab dengan solusi nyata dan berkelanjutan, memastikan setiap warga memiliki hak atas kehidupan yang layak.

Exit mobile version