Politik dan Ketimpangan Ekonomi dalam Perspektif Kelas Sosial

Ketika Kelas Berkuasa: Politik, Ketimpangan, dan Jurang Sosial

Ketimpangan ekonomi adalah salah satu masalah global yang semakin menganga. Namun, fenomena ini bukanlah kebetulan semata, melainkan hasil interaksi kompleks antara struktur kelas sosial dan arena politik. Memahami hubungan ini dari perspektif kelas sosial akan membuka mata kita terhadap akar masalah yang lebih dalam.

Dalam perspektif kelas, politik seringkali menjadi cerminan dari struktur kekuasaan ekonomi. Kelompok kelas atas, yang memiliki modal finansial dan sosial lebih besar, cenderung memiliki akses dan pengaruh yang dominan dalam pembentukan kebijakan publik. Melalui lobi, pendanaan kampanye, hingga kontrol media, mereka dapat mendorong agenda yang menguntungkan kepentingan mereka, seperti regulasi yang longgar bagi korporasi atau kebijakan pajak yang regresif—yang lebih membebani kelas pekerja dan menengah.

Sebaliknya, kebijakan politik yang dihasilkan memiliki dampak langsung pada reproduksi atau mitigasi ketimpangan kelas. Kebijakan pajak yang tidak adil, pemotongan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan publik, atau pelemahan serikat pekerja, secara sistematis dapat memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin. Akses terhadap pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, dan jaminan sosial—yang merupakan penentu mobilitas sosial—seringkali dibentuk oleh keputusan politik yang menguntungkan satu kelas tertentu.

Maka, terciptalah sebuah lingkaran setan: kekuatan ekonomi memberi kelas atas kemampuan untuk memengaruhi politik; politik kemudian menghasilkan kebijakan yang memperkuat posisi ekonomi mereka; dan seterusnya, memperkokoh hierarki kelas dan melebarkan jurang ketimpangan. Kelas bawah, yang suaranya kurang terwakili dalam koridor kekuasaan, seringkali terjebak dalam siklus ini, dengan sedikit peluang untuk mengubah sistem.

Memahami politik dan ketimpangan ekonomi dari perspektif kelas sosial membantu kita melihat bahwa masalah ini bukan sekadar tentang individu, melainkan tentang struktur dan sistem yang perlu ditinjau ulang. Perubahan mendalam membutuhkan kesadaran kolektif dan kemauan politik untuk menantang dominasi kelas demi masyarakat yang lebih adil dan setara.

Exit mobile version