Berita  

Orang tani Terjebak Pinjaman Ketergantungan pada Tengkulak Sedang Tinggi

Petani di Bawah Bayang-Bayang Tengkulak: Jeratan Utang yang Kian Menguat

Di tengah geliat sektor pertanian, banyak petani di Indonesia menghadapi kenyataan pahit: terjebak dalam lingkaran utang ketergantungan pada tengkulak. Fenomena ini bukan hal baru, namun intensitasnya kini semakin tinggi, mengancam kesejahteraan mereka secara fundamental.

Minimnya akses modal usaha, kebutuhan mendesak untuk hidup sehari-hari, serta sulitnya menjangkau lembaga keuangan formal menjadi alasan utama petani beralih ke tengkulak. Dengan proses yang cepat dan tanpa birokrasi, tengkulak menawarkan pinjaman yang terasa seperti solusi instan. Namun, di balik kemudahan itu tersembunyi bunga yang mencekik dan kewajiban menjual hasil panen dengan harga di bawah pasar, bahkan seringkali disertai potongan-potongan tak wajar.

Akibatnya, kerja keras petani selama berbulan-bulan tidak berbuah keuntungan, malah seringkali hanya cukup untuk melunasi utang lama dan terpaksa berutang kembali untuk musim tanam berikutnya. Lingkaran setan ini membelenggu petani dalam kemiskinan struktural, menghambat kemandirian, dan mengancam keberlanjutan sektor pangan nasional.

Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu segera mencari solusi komprehensif, mulai dari kemudahan akses modal formal, pendampingan, hingga penguatan koperasi petani, agar mereka bisa lepas dari jeratan yang mencekik ini dan kembali bermartabat di tanah sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *