Kemanusiaan di Persimpangan: Ketika Kampanye Politik Lupa Hak Asasi
Kampanye politik seharusnya menjadi ajang adu gagasan untuk memajukan bangsa. Namun, seringkali kita menyaksikan fenomena di mana isu hak asasi manusia (HAM) justru terpinggirkan, bahkan sengaja diabaikan. Demi meraih dukungan cepat, kandidat cenderung fokus pada isu-isu populer seperti ekonomi, keamanan, atau identitas, yang dianggap lebih ‘menjual’ dan mudah menarik massa. Persoalan HAM, yang seringkali kompleks dan sensitif, kerap dianggap sebagai hambatan atau justru dihindari agar tidak mengusik segmen pemilih tertentu.
Dampaknya fatal. Kelompok rentan seperti minoritas, kaum miskin, atau korban ketidakadilan semakin terpinggirkan dan suara mereka tidak terwakili. Pengabaian ini merusak fondasi demokrasi yang seharusnya menjamin martabat setiap warga negara. Ini bukan hanya soal melupakan janji, tapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi politik dan membuka jalan bagi kebijakan represif di masa depan.
Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai pemilih untuk tidak hanya terpukau oleh janji ekonomi semata, melainkan juga menuntut komitmen nyata terhadap perlindungan dan pemajuan HAM dari setiap kontestan politik. Sebab, tanpa dasar kemanusiaan yang kuat, pembangunan apa pun hanyalah fatamorgana.