Berita  

Anggaran CSR Tidak Tembus pandang Penduduk Pertanyakan Perusahaan Tambang

CSR Tambang: Gelapnya Anggaran, Resahnya Warga

Di berbagai wilayah, keberadaan perusahaan tambang selalu diiringi dengan janji kontribusi sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, janji tersebut seringkali menyisakan tanda tanya besar, terutama terkait transparansi pengelolaan anggarannya. Masyarakat lokal pun mulai mempertanyakan, "Ke mana sebenarnya dana CSR itu mengalir?"

Penduduk setempat mengeluhkan minimnya informasi detail mengenai alokasi dana CSR. Mereka tidak mengetahui berapa jumlah pasti dana yang dialokasikan, program apa saja yang dijalankan, dan siapa saja yang benar-benar merasakan manfaatnya. Ketidakjelasan ini memicu kecurigaan bahwa dana tersebut tidak tepat sasaran, bahkan berpotensi disalahgunakan. Ini merusak citra perusahaan dan menimbulkan jurang kepercayaan.

Warga menuntut agar perusahaan tambang membuka akses informasi seluas-luasnya terkait anggaran dan implementasi CSR. Mereka ingin dilibatkan dalam perencanaan dan pengawasan, memastikan bahwa program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar proyek pencitraan. Bagi mereka, transparansi adalah kunci akuntabilitas dan ini bukan sekadar permintaan, melainkan hak.

Tanpa transparansi, program CSR hanya akan menjadi retorika tanpa makna. Sudah saatnya perusahaan tambang menunjukkan komitmen nyata, bukan hanya di atas kertas, melainkan melalui praktik yang terbuka dan akuntabel. Hanya dengan begitu, kepercayaan publik dapat dipulihkan dan kontribusi positif perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud.

Exit mobile version