Berita  

Ancaman Gaya Diet Berlebihan di Alat Sosial

Jebakan Diet Viral: Bahaya Mengintai di Balik Tren Medsos

Di era digital ini, media sosial telah menjadi panggung utama bagi berbagai tren, tak terkecuali gaya diet. Dari "detox" ekstrem hingga puasa berlebihan yang diiklankan oleh influencer, janji tubuh ideal dan penurunan berat badan instan begitu memikat. Namun, di balik kilaunya postingan filter cantik, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan fisik dan mental.

Ancaman Nyata dari Diet Berlebihan di Medsos:

  1. Minimnya Pengawasan Profesional: Tren diet di media sosial seringkali disebarkan oleh individu tanpa latar belakang medis atau gizi yang memadai. Saran yang mereka berikan bisa jadi tidak sesuai untuk semua orang, bahkan berbahaya.
  2. Praktik Ekstrem dan Restriktif: Banyak diet viral mendorong pembatasan kalori yang sangat ketat, eliminasi kelompok makanan penting, atau penggunaan suplemen yang tidak terbukti keamanannya. Ini dapat menyebabkan kekurangan gizi, kerusakan metabolisme, hingga masalah kesehatan jangka panjang.
  3. Distorsi Citra Tubuh dan Kesehatan Mental: Paparan terus-menerus terhadap "tubuh sempurna" yang seringkali hasil editan atau tidak realistis, dapat memicu rasa tidak percaya diri, kecemasan, depresi, bahkan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Tekanan untuk mencapai standar ini sangat membebani.
  4. Efek Yo-Yo dan Rebound: Diet ekstrem jarang berkelanjutan. Setelah periode pembatasan ketat, tubuh cenderung "membalas" dengan kenaikan berat badan lebih cepat (efek yo-yo), yang frustrasi dan merusak hubungan seseorang dengan makanan.

Pentingnya Bijak Memilih Informasi:

Media sosial memang bisa menjadi sumber inspirasi, namun bukan panduan kesehatan utama. Sebelum tergiur dengan tren diet viral, selalu prioritaskan kesehatan dan konsultasikan dengan tenaga profesional seperti dokter atau ahli gizi terdaftar. Tubuh setiap individu unik, dan pendekatan personal jauh lebih aman serta efektif daripada mengikuti solusi "satu ukuran untuk semua" dari dunia maya. Mari lebih cerdas dalam menyaring informasi demi kesehatan sejati, bukan sekadar penampilan di layar.

Exit mobile version