Berita  

Sistem Kesehatan Pedesaan Tidak Sedia Hadapi Darurat

Alarm Merah Kesehatan Pedesaan: Tak Siap Hadapi Darurat!

Sistem kesehatan di wilayah pedesaan menghadapi kenyataan pahit: kerapuhan ekstrem saat berhadapan dengan situasi darurat. Baik itu pandemi, bencana alam, atau krisis kesehatan lokal, desa-desa seringkali menjadi yang paling rentan dan kurang siap.

Kesenjangan ini bukan tanpa alasan. Pertama, minimnya fasilitas kesehatan yang memadai; puskesmas seringkali kekurangan alat medis esensial dan ruang perawatan yang layak. Kedua, distribusi tenaga medis yang tidak merata; dokter, perawat, dan bidan cenderung terkonsentrasi di perkotaan, meninggalkan wilayah pelosok dengan sedikit atau tanpa tenaga ahli. Ketiga, aksesibilitas yang buruk; infrastruktur jalan yang terbatas dan transportasi yang sulit memperlambat respons darurat. Keempat, ketersediaan obat-obatan dan logistik medis yang sering terhambat. Terakhir, kurangnya pelatihan dan simulasi penanganan darurat bagi petugas kesehatan setempat.

Akibatnya, ketika darurat tiba, penanganan menjadi lambat, angka kesakitan dan kematian bisa melonjak, dan masyarakat pedesaan semakin terpinggirkan dari layanan kesehatan yang layak. Ini memperparah ketidakadilan kesehatan yang sudah ada.

Sudah saatnya pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan penguatan sistem kesehatan pedesaan sebagai prioritas nasional. Investasi dalam infrastruktur, pemerataan tenaga medis, peningkatan kapasitas, dan penyediaan anggaran yang cukup adalah kunci untuk memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dan rentan di saat krisis melanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *