Berita  

Ratusan Anak Putus Sekolah sebab Ketidakmampuan Dana

Gerbang Ilmu Tertutup: Ratusan Anak Terhenti oleh Beban Biaya

Di tengah hiruk-pikuk upaya pemerataan pendidikan, sebuah kenyataan pahit masih membayangi masa depan bangsa: ratusan anak terpaksa menghentikan langkah mereka di gerbang sekolah. Alasan utamanya klasik namun memilukan: ketidakmampuan finansial keluarga.

Bukan hanya biaya SPP, namun juga pengeluaran untuk buku, seragam, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari, menjadi beban yang tak terjangkau bagi banyak keluarga prasejahtera. Impian mereka untuk meraih pendidikan tinggi, atau sekadar menyelesaikan jenjang dasar, harus pupus di tengah jalan, memaksa mereka beralih mencari nafkah atau terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang lebih dalam.

Fenomena ini bukan sekadar masalah individu, melainkan cerminan kerapuhan sistem dan ancaman serius bagi pembangunan bangsa. Setiap anak yang putus sekolah berarti potensi yang hilang, sumbangan terhadap peningkatan angka kemiskinan struktural, dan tantangan bagi penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan swasta, bergandengan tangan memastikan bahwa tidak ada lagi gerbang ilmu yang tertutup hanya karena sekat finansial. Pendidikan adalah hak, bukan kemewahan, dan setiap anak berhak meraih masa depan yang lebih baik melalui bangku sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *