Ketika Kekuatan Bukan Segalanya: Mengapa Mobil Bodi-on-Frame Kurang Diminati Konsumen Indonesia?
Mobil dengan konstruksi bodi-on-frame (sasis terpisah) dikenal akan ketangguhan dan durabilitasnya. Namun, di pasar otomotif Indonesia yang dinamis, popularitasnya di segmen konsumen umum kian meredup. Mengapa kendaraan yang identik dengan kekuatan ini kurang diminati?
1. Kenyamanan yang Kalah Jauh:
Ini adalah faktor krusial. Desain bodi-on-frame cenderung menghasilkan redaman yang lebih kaku dan getaran bodi yang lebih terasa, terutama di jalanan perkotaan yang mulus. Konsumen modern sangat mengutamakan kenyamanan berkendara layaknya mobil monokok (bodi menyatu dengan sasis) yang menawarkan suspensi lebih lembut dan minim guncangan, cocok untuk penggunaan harian dan keluarga.
2. Efisiensi Bahan Bakar yang Kurang Kompetitif:
Bobot yang lebih berat akibat struktur sasis terpisah dan seringkali desain aerodinamika yang kurang optimal membuat mobil bodi-on-frame cenderung lebih boros bahan bakar. Di tengah fluktuasi harga BBM, efisiensi menjadi pertimbangan utama bagi mayoritas pembeli mobil di Indonesia.
3. Pengendalian dan Manuver yang Kurang Lincah:
Pusat gravitasi yang lebih tinggi dan struktur sasis yang berbeda membuat mobil bodi-on-frame terasa kurang lincah dalam bermanuver dan memiliki handling yang tidak sepresisi mobil monokok. Hal ini menjadi kekurangan signifikan di lalu lintas padat perkotaan.
4. Pergeseran Kebutuhan Pasar:
Mayoritas konsumen kini mencari kendaraan serbaguna yang nyaman untuk perjalanan jauh maupun harian, bukan lagi "pekerja keras" murni. Kebutuhan akan kemampuan off-road ekstrem atau mengangkut beban sangat berat kini hanya relevan bagi segmen pasar tertentu (misalnya, komersial, pertambangan, atau penggemar off-road sejati). SUV/crossover monokok dengan ground clearance tinggi sudah dianggap memadai untuk jalanan rusak ringan.
Kesimpulan:
Meskipun unggul dalam ketahanan dan kemampuan jelajah medan berat, karakteristik mobil bodi-on-frame kurang relevan dengan prioritas konsumen Indonesia saat ini. Kombinasi kenyamanan, efisiensi bahan bakar, dan kepraktisan yang ditawarkan mobil monokok jauh lebih menarik bagi mayoritas pembeli, menjadikan bodi-on-frame kian tersisih dari daftar pilihan utama mereka.