Alam Tergadai: Ketika Politik Mengalahkan Ekologi
Lingkungan hidup kita seringkali menjadi korban bisu ketika kepentingan politik jangka pendek dan ambisi kekuasaan mengalahkan urgensi perlindungan ekosistem. Fenomena ini bukan hal baru; janji-janji kampanye yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi instan seringkali menuntut pengorbanan lahan hutan, eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, atau pelonggaran regulasi lingkungan demi menarik investasi atau suara. Lobi-lobi industri kuat dan kepentingan segelintir elit politik juga kerap menjadi pemicu di balik keputusan-keputusan yang merugikan alam.
Akibatnya, kita menyaksikan deforestasi masif, pencemaran air dan udara, kepunahan spesies, hingga krisis iklim yang semakin parah. Kerusakan ini bukan hanya berdampak pada flora dan fauna, tetapi juga mengancam keberlanjutan hidup manusia itu sendiri, terutama generasi mendatang yang harus menanggung harga mahal dari kebijakan yang tidak visioner. Alam yang seharusnya menjadi warisan abadi, kini terancam tergadai demi keuntungan sesaat.
Maka, sudah saatnya kita menuntut para pemimpin untuk memiliki visi jangka panjang yang melampaui siklus politik lima tahunan. Perlindungan ekosistem harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap atau alat tawar-menawar politik. Masa depan bumi dan kemanusiaan bergantung pada keberanian kita untuk menempatkan kelestarian alam di atas kepentingan sesaat.