Berita  

Kehancuran Jalur Nasional Mematikan Konsumen Jalur

Jalan Nasional: Pembunuh Senyap di Aspal Berlubang

Jalur nasional, seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat, kini berubah menjadi ancaman mematikan. Kehancuran infrastruktur jalan bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan potensi pembunuh senyap bagi para penggunanya.

Dari Sabang hingga Merauke, pemandangan lubang menganga, retakan parah, dan minimnya penerangan jalan sudah menjadi hal lumrah. Kondisi ini diperparah dengan absennya perawatan berkala dan pengawasan yang longgar. Rambu lalu lintas yang hilang atau rusak semakin menambah daftar bahaya yang mengintai setiap pengendara.

Dampaknya fatal: angka kecelakaan lalu lintas melonjak, seringkali berujung pada korban jiwa dan luka parah. Selain nyawa, kerugian ekonomi juga membengkak. Waktu tempuh yang molor, kerusakan kendaraan akibat benturan, hingga biaya operasional yang meningkat drastis membebani konsumen dan pelaku usaha. Stres dan rasa tidak aman menjadi teman setia dalam setiap perjalanan.

Persoalan ini tak lepas dari berbagai faktor, mulai dari perencanaan yang kurang matang, alokasi anggaran yang tidak optimal, hingga praktik pengawasan di lapangan yang lemah terhadap kualitas pengerjaan dan beban kendaraan yang melebihi batas.

Sudah saatnya pemerintah pusat dan daerah menjadikan perbaikan serta pemeliharaan jalur nasional sebagai prioritas utama. Keselamatan jiwa masyarakat tidak bisa ditawar, dan kelancaran distribusi barang serta jasa adalah fondasi ekonomi yang kokoh. Jangan biarkan jalanan kita terus menjadi jebakan maut yang merenggut masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *