Berita  

Jalur Tanpa Pencerahan Jadi Petarangan Kesalahan Malam Hari

Ketika Lentera Batin Redup: Petarangan Kesalahan di Gelapnya Malam

Hidup adalah sebuah perjalanan, dan setiap langkah kita adalah pilihan. Namun, apa jadinya jika perjalanan itu ditempuh tanpa cahaya penuntun, tanpa kompas batin? Inilah esensi dari "Jalur Tanpa Pencerahan." Ia bukan sekadar ketiadaan ilmu, melainkan absennya kesadaran diri, tujuan yang jelas, dan refleksi mendalam atas pilihan-pilihan kita.

Tanpa ‘lentera’ internal ini, setiap langkah menjadi spekulasi. Keputusan diambil berdasarkan emosi sesaat, kebiasaan tanpa telaah, atau pengaruh eksternal semata. Kita melangkah di kegelapan, buta terhadap motif sejati, potensi dampak, dan pelajaran yang seharusnya diambil.

Jalur tanpa pencerahan ini tak pelak berujung pada "petarangan kesalahan malam hari." Ini adalah sebuah arena di mana penyesalan menjadi lawan, kebingungan adalah medan perang, dan kesalahan yang sama terulang lagi dan lagi. "Malam hari" adalah metafora untuk momen ketika penilaian kita kabur, godaan lebih kuat, dan konsekuensi terasa jauh atau terabaikan. Di sinilah, tanpa cahaya kesadaran, kita cenderung membuat pilihan impulsif yang berbuah masalah, konflik batin, dan siklus kekeliruan yang tiada henti.

Satu-satunya jalan keluar dari petarangan ini adalah menyalakan lentera pencerahan batin. Dengan kesadaran diri, refleksi, dan keinginan untuk belajar dari setiap langkah, kita mengubah jalur yang gelap menjadi jalan yang terang. Bukan lagi arena kesalahan, melainkan ladang pertumbuhan dan kebijaksanaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *