Berita  

Banjir Tahunan Jadi Permasalahan Parah di Area Urban

Kota-kota Terkepung Air: Banjir Tahunan, Bencana yang Terus Mengganas

Banjir tahunan di area urban bukan lagi sekadar rutinitas musiman, melainkan telah bermutasi menjadi permasalahan krusial yang mengancam keberlanjutan kota dan kualitas hidup warganya. Dari genangan sesaat, kini ia kerap menjelma menjadi bencana yang melumpuhkan, dengan frekuensi dan intensitas yang terus meningkat.

Fenomena ini diperparah oleh berbagai faktor. Pertama, urbanisasi masif yang mengurangi area resapan air dan menggantinya dengan beton serta bangunan padat. Kedua, sistem drainase yang tidak memadai atau tersumbat oleh sampah dan sedimentasi, sehingga tak mampu menampung volume air saat hujan deras. Ketiga, perubahan iklim yang memicu curah hujan ekstrem dengan intensitas lebih tinggi dan durasi lebih singkat, membanjiri kota secara tiba-tiba. Ditambah lagi, penurunan permukaan tanah di beberapa kota pesisir semakin memperburuk situasi.

Dampak yang ditimbulkan pun sangat luas. Selain kerugian ekonomi yang mencapai triliunan rupiah akibat kerusakan infrastruktur, properti, dan terhentinya aktivitas bisnis, banjir juga melumpuhkan mobilitas, menimbulkan risiko kesehatan serius (penyakit menular), serta memicu tekanan psikologis bagi warga yang berulang kali menjadi korban. Kota-kota yang seharusnya menjadi pusat kemajuan, kini justru terperangkap dalam siklus bencana yang berulang.

Menghadapi tantangan ini, penanganan tidak bisa lagi bersifat parsial. Diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan penataan kota berkelanjutan, perbaikan dan pembangunan sistem drainase modern, pengelolaan sampah yang efektif, pemulihan area resapan, serta edukasi publik tentang mitigasi bencana. Hanya dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kota-kota kita bisa lepas dari kepungan air dan mewujudkan ketahanan terhadap ancaman banjir yang kian mengganas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *