Berita  

Anak muda serta Tantangan Body Image di Alat Sosial

Terjebak Cermin Digital: Ketika Media Sosial Menguji Citra Tubuh Anak Muda

Generasi muda saat ini hidup dalam pusaran media sosial yang memesona sekaligus menantang. Di balik kemilau filter dan validasi "likes", tersembunyi sebuah tekanan tak terlihat yang mengancam kesehatan mental: tantangan citra tubuh (body image).

Platform seperti Instagram dan TikTok, yang awalnya dirancang untuk berbagi momen, kini seringkali menjadi panggung pertunjukan kesempurnaan. Anak muda disuguhkan standar kecantikan dan ketampanan yang tidak realistis—kulit tanpa pori, tubuh ideal hasil editan, atau gaya hidup mewah yang dipoles. Mereka melihat para influencer dan teman sebaya yang seolah "sempurna", memicu perbandingan sosial yang tiada henti.

Dampaknya sangat serius. Perbandingan ini seringkali berujung pada rasa tidak aman (insecure), rendah diri, dan kecemasan berlebihan akan penampilan. Banyak yang mulai mempertanyakan nilai diri mereka hanya berdasarkan jumlah "likes" atau komentar. Dalam kasus ekstrem, tekanan ini bisa memicu gangguan pola makan, dismorfia tubuh, atau depresi. Mereka lupa bahwa apa yang terlihat di layar hanyalah cuplikan yang telah disaring, bukan realitas utuh.

Namun, bukan berarti media sosial harus dijauhi sepenuhnya. Kuncinya adalah literasi digital dan penerimaan diri. Anak muda perlu diajarkan untuk:

  1. Berpikir Kritis: Memahami bahwa filter dan editan adalah alat, bukan cerminan kenyataan.
  2. Fokus pada Kesehatan: Prioritaskan kesehatan fisik dan mental di atas standar penampilan semu.
  3. Kurasi Feed Positif: Ikuti akun-akun yang inspiratif, mendidik, dan mempromosikan keberagaman tubuh.
  4. Mencintai Diri Sendiri: Ingat bahwa setiap individu unik dan berharga, terlepas dari standar media sosial.

Media sosial seharusnya menjadi alat inspirasi dan koneksi, bukan sumber tekanan. Mari kita bantu generasi muda membangun kepercayaan diri yang kokoh, di luar bayangan cermin digital yang seringkali menipu. Citra tubuh yang sehat dimulai dari penerimaan diri, bukan validasi dari layar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *