Politik dan Ketahanan Ekonomi: Keterkaitan Strategis di Masa Krisis

Pilar Kemandirian: Politik Kokoh, Ekonomi Tangguh di Pusaran Krisis

Politik dan ekonomi seringkali dipandang sebagai dua entitas berbeda, namun sejatinya keduanya adalah sisi mata uang yang tak terpisahkan, terutama saat dunia dihadapkan pada krisis. Keterkaitan strategis ini menjadi sangat vital: stabilitas politik adalah fondasi bagi ketahanan ekonomi, dan sebaliknya, ekonomi yang rapuh dapat mengguncang stabilitas politik.

Di masa krisis, kemampuan suatu negara untuk bangkit dan bertahan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan politiknya. Pemerintahan yang stabil dan berintegritas mampu merumuskan kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif, memberikan kepastian hukum, serta membangun kepercayaan investor dan masyarakat. Respons politik yang cepat, terkoordinasi, dan transparan terhadap guncangan ekonomi – baik itu pandemi, gejolak geopolitik, atau krisis finansial – menjadi penentu utama seberapa parah dampak yang akan dirasakan.

Sebaliknya, ketidakpastian politik, korupsi, atau polarisasi yang tajam dapat melumpuhkan upaya pemulihan ekonomi. Modal enggan masuk, investasi mandek, dan kepercayaan publik runtuh, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Oleh karena itu, politik yang sehat – yang mengedepankan dialog, konsensus, dan kepentingan jangka panjang – adalah investasi krusial untuk membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.

Kesimpulannya, politik dan ketahanan ekonomi bukan sekadar dua disiplin ilmu yang berdampingan, melainkan dua pilar strategis yang saling menopang. Masa krisis adalah ujian sesungguhnya bagi keterkaitan ini. Hanya dengan kepemimpinan politik yang visioner, responsif, dan berintegritas, suatu negara dapat membangun ketahanan ekonomi yang tangguh, siap menghadapi tantangan apa pun di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *